Minggu, 14 Maret 2021

Pertikara dan Peransaka Tingkat Nasional Dilaksanakan Tahun 2022

Pertikara dan Peransaka Tingkat Nasional Dilaksanakan Tahun 2022


Wakil Ketua Kwarnas/Ketua Komisi Binawasa, Prof Dr.  Suyatno, M.Pd, pada Rabu 10 Maret 2021 lalu memimpin sidang Kelompok III,  (Binawasa, Binamuda, Kakoma, dan Pusdiklatnas). Rapat tersebut berlangsung di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta.

Sidang diawali dengan mendengarkan paparan pelaksanaan Jambore Nasional 2022. Wakil Ketua Kwarnas/Ketua Komisi Binamuda, Kak Supriyadi menjelaskan kesiapan Jambore Nasional. Perlu adanya perbaikan bumi perkemahan Cibubur dan pertimbangan tentang fee peserta.

Sementara Kwarda Gerakan Pramuka Bangka Belitung mendapat kesempatan memaparkan kesiapannya. Melalui pertemuan virtual itu, Ketua Kwarda Bangka Belitung (Babel), Kak Melati Erzaldi menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan untuk kegiatan Perkemahan Antar-Satuan Karya Tingkat Nasional (Peransakanas) pada tahun 2022. Salah satunya yaitu: mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah. Selain itu, menyiapkan sarana dan prasarana yang belum ada di Bumi Perkemahan Depati Amir, Desa Balunijuk, Bangka.

Pemaparan terakhir adalah Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan yang akan menjadi tuan rumah Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara (Pertikara) Tingkat Nasional Tahun 2022. Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan, Kak Mukti Sulaiman mengatakan bahwa penyelenggaraan Pertikara Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Gandus Palembang telah mendapat dukungan dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Kak Mukti mengatakan akan membuat Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pertikara Tingkat Nasional 2022.

Senin, 19 Oktober 2020

Program Latihan #pramukadirumah

Program Latihan #pramukadirumah



Kwartir Nasional Gerakan Pramuka / Komisi Binamuda akan menyelenggarakan Program Latihan #pramukadirumah dalam rangka mengisi kegiatan kepramukaan dirumah Pramuka masing - masing untuk mengatasi situasi Pandemi COVID 19 sehingga Pramuka tetap berlatih dan bisa mencapai SKU dan SKK masing - masing yang dibimbing oleh Pembina Satuannya.


#Pramukadirumah dimulai sejak 23 Oktober 2020 hingga 21 November 2020 melalui virtual media sosial Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Youtube, Instagram dan Twitter serta Facebook). Tanggal Latihan

1. Golongan Siaga : 23, 30 Oktober, 6, 13 dan 20 November 2020, pkl 09.00 - 11.00 WIB

2. Golongan Penggalang, 24, 31 Oktober, 7, 14 dan 21 November 2020, pkl 09.00 - 11.00 WIB

3. Golongan Penegak dan Pandega, 24, 31 Oktober, 7, 14 dan 21 November 2020, pkl 13.00 - 15.00 WIB


Informasi kegiatan telah disebarluaskan melalui edaran Kwarnas dan Media Sosial Kwarnas.

Untuk ikut serta kegiatan #pramukadirumah, Pramuka diminta untuk melakukan pendaftaran sesuai golongan masing - masing, melalui

1. Link daftar Siaga, bit.ly/golongansiaga

2. Link daftar Penggalang, bit.ly/golonganpenggalang

3. Link daftar Penegak, bit.ly/golonganpenegak dan

4. Link daftar Pandega, bit.ly/golonganpandega


Informasi materi dan lainnya melalui email yang terdaftar.

Terimakasih

#PramukaDiRumah

Minggu, 18 Oktober 2020

Ikuti, Lomba Kehumasan “Pramuka Lawan Covid-19” Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah

Ikuti, Lomba Kehumasan “Pramuka Lawan Covid-19” Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah



Salam Pramuka,

Dalam rangka mendukung pemerintah menghambat penyebaran Covid-19, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengundang adik-adik peserta didik (Siaga, Penggalang, dan Penegak dan Pandega) di mana pun berada untuk untuk mengikuti Lomba Kehumasan Pramuka bertema:  “Pramuka Lawan Covid-19”

I. Kategori Peserta dan Jenis Lomba

1. Kategori Siaga dan Penggalang:

a. Vlog 

b. Foto 

2. Kategori Penegak dan Pandega:

a. Jingle Audio Iklan Layanan  Masyarakat 

b. Artikel 

II. Syarat dan Ketentuan

1. Karya yang Dilombakan:

Semua konten karya yang diikutsertakan dalam lomba wajib mengambil tema “Pramuka Lawan Covid-19”

a. Vlog 

Durasi paling lama 1 menit, dalam format file MP4 dengan ukuran maksimal 25MB. Setiap peserta hanya bisa mengirim maksimal 1 (satu) karya video.

b. Foto 

Karya yang dilombakan berbentuk foto tunggal ukuran sisi terpanjang 3000 pixel, resolusi 300 dpi dengan format jpeg/jpg, dan ukuran file maksimal 10 MB. Setiap peserta hanya bisa mengirim maksimal 1 (satu) karya foto.

c. Jingle Audio Iklan Layanan  Masyarakat 

Karya yang dilombakan dalam format file MP3 maksimal 25MB, durasi maksimal 30 detik. Setiap peserta hanya bisa mengirim maksimal 1 (satu) karya audio.

d. Artikel 

Karya yang dilombakan dalam format file Ms Word dan PDF. Maksimal 2000 karakter termasuk spasi. Setiap peserta hanya bisa mengirim maksimal 1 (satu) karya tulisan.

2. Pengiriman Karya yang Dilombakan:

a.. Karya yang dikutsertakan dalam lomba dikirimkan ke alamat E-Mail: kwarnas@pramuka.id 

b. Karya yang dikutsertakan dalam lomba paling lambat diterima panitia pada Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 23.59 WIB

c. Pada subjek E-Mail wajib ditulis judul karya dan kategori lomba.

Contoh: 

Cara Membuat Hand Sanitizer dengan Bahan Sederhana dan Murah (Video)

d. Setiap karya diberi caption berupa kata-kata motivasi atau tindakan yang sudah dilakukan untuk mencegah Covid-19 berserta nama peserta dan golongan peserta didik serta gugus depan.

e. Setiap karya lomba terlebih dahulu diposting melalui akun Instagram masing-masing, dan wajib follow serta mention @kwarnasgerakanpramuka, serta wajib menyertakan tagar:

#KwarnasGerakanPramuka

#SetiapPramukaAdalahPewarta

#PramukaCegahCovid19 

#PramukaLawanCovid19 

#PramukaCegahCorona 

#PramukaLawanCorona

f. Peserta kegiatan bisa bersifat perorangan atau atau kelompok.

g. Karya lomba yang tidak memenuhi kriteria sesuai syarat dan ketentuan yang ditentukan akan didiskualifikasi.

III. Pemenang dan Hadiah

1. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan 10 November 2020 melalui website pramuka.id

2. Juri akan akan memilih masing-masing 3 pemenang (Juara 1, 2, dan 3) untuk setiap jenis lomba.

3.. Hadiah untuk setiap pemenang berupa uang tunai dengan nilai total puluhan juta rupiah.

4. Keputusan Panitia dan Dewan Juri tidak bias diganggu gugat.

Selamat Berlomba dan Salam Pramuka!

Minggu, 11 Agustus 2019

Pidato Hari Pramuka ke 58 (Ka KWARNAS)

Pidato Hari Pramuka ke 58 (Ka KWARNAS)


Berikut Pidato Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dalam rangka Hari Pramuka ke 58 Tahun.
Silahkan Unduh DISINI

Jumat, 23 Februari 2018

Kemenristekdikti Diminta Buat Regulasi soal Pramuka di Perguruan Tinggi

Kemenristekdikti Diminta Buat Regulasi soal Pramuka di Perguruan Tinggi


Dewan Kerja Gerakan Pramuka se-Indonesia meminta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Kemenristekdikti) untuk membuat regulasi yang mengatur sistem pendidikan kepramukaan di perguruan tinggi. Hal itu disampaikan dalam pembahasan Komisi A di Sidang Paripurna Nasional (Sidparnas) Gerakan Pramuka yang berlangsung di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/2).
Kak Musdar Asman, Ketua Bidang Kajian Kepramukaan Dewan Kerja Nasional (DKN) Gerakan Pramuka mengatakan, sistem berupa regulasi dari Kemenristekdikti penting untuk mengatur pendidikan kepramukaan agar memiliki arah yang jelas. Pasalnya, posisi Pramuka di perguruan tinggi seluruh Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda-berbeda.
“Misalnya, Pramuka disamakan dengan unit kegiatan kampus, padahal harus ada pembeda antara Pramuka dengan unit kegiatan mahasiswa. Kalau Pramuka ini lebih kepada bagaimana pembinaan karakter. Sehingga kita perlu ada kebijakan khusus dari kampus,” ujar Kak Musdar, di Cisarua, Bogor, Kamis (22/2/2018).
Menurutnya, kampus atau pihak rektorat terkadang masih enggan memerhatikan persoalan ini kalau tidak ada aturan dari Kemenristekdikti. Pramuka tidak bisa dikatakan unit kegiatan mahasiswa karena tidak ada sistem akreditasi. Misalnya, tidak dilibatkan dalam lomba-lomba kejuaraan antarkampus di level daerah ataupun nasional, karena memang memiliki arah berbeda.
“Pramuka di perguruan tinggi itu sangat jarang ikut lomba-lomba karena fokus kebijakan organisasinya bukan ke sana. Tapi lebih kepada bakti masyarakat, membuat desa binaan dan lain-lain. Dan Pramuka sebagai organisasi yang ada di perguruan tinggi saya yakin juga tidak pernah melakukan demonstrasi,” jelasnya.
Kak Musdar menambahkan, dalam aturan organisasi di Gerakan Pramuka, posisi rektor sebenarnya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan Gerakan Pramuka di perguruan tersebut. Namun, karena tidak ada aturan baku dari Kemenristekdikti, maka kebijakan di kampus menjadi berbeda-beda.
“Kampus ini masih ada yang beranggapan kalau tidak ada aturan dari kementerian, maka kebijakannya bisa dibuat sendiri dengan model yang beda-beda. Nah, kadang-kadang mereka yang sudah menyusun program kerja tidak terlaksana karena rektor punya kebijakan lain,” tambahya.
Diketahui, Sidparnas diikuti 60 peserta dari Dewan Kerja Daerah (DKD) seluruh Indonesia. Sidparnas mengambil tema “Pramuka Inspirasi dan Energi untuk Negeri.” Kegiatan ini berlangsung sampai 23 Februari 2018.(pramuka.or.id)
Sidparnas Bahas Mekanisme Pemilihan Ketua DKN

Sidparnas Bahas Mekanisme Pemilihan Ketua DKN


Salah satu agenda yang ramai dibahas dalam Sidang Paripurna Nasional (Sidparnas) Gerakan Pramuka adalah persiapan Dewan Kerja Gerakan Pramuka mengadakan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri-Putra (Muspanitra). Sidang yang berlangsung di Komisi B itu membahas mekanisme pemilihan ketua Dewan Kerja Nasional (DKN).
Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Kak Sinta Ayu Lestari mengatakan, banyak yang didiskusikan dalam sidang Komisi B. Misalnya soal mekanisme pemilihan Ketua DKN. Ada beberapa usulan tentang ketentuan pemilihan Ketua DKN, apakah melalui voting, musyawarah mufakat, atau, menggunakan formatur.
“Jika menggunakan formatur berarti perlu ada syarat-syarat khusus untuk menjadi DKN. Tapi memang yang memverifikasi tim formatur. Memilih Ketua DKN hingga anggotanya,” ujar Kak Sinta di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/2).
Meski demikian, Kak Sinta berharap dalam Muspanitra yang rencananya akan berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara akhir tahun nanti, pemilihan Ketua DKN akan berlangsung dengan cara musyawarah untuk mufakat. Pasalnya, arah pembinaan Gerakan Pramuka adalah musyawarah dan mufakat yang tertuju pada rasa persaudaraan.
“Selain itu kalau pemilihannya menggunakan sistem formatur takutnya ada beberapa daerah yang keterwakilan suaranya tidak tersampaikan, karena untuk tim formatur pemilihan pastinya hanya diwakili satu wilayah,” jelasnya.
Namun apabila menggunakan sistem musyawarah mufakat, artinya Dewan Kerja Daerah (DKD) menyetujui bahwa yang terpilih sebagai Ketua DKN merupakan kesepakatan bersama sehingga tidak ada keterwakilan suara untuk memilih Ketua DKN.
Dalam sistem pemilihan itu, masing-masing DKD dan DKN boleh mengusung nama calon, satu, dua, atau tiga orang. Kak Sinta menandaskan, tidak masalah DKD mengusulkan lebih dari satu orang. Sebab pada akhirnya akan menggunakan sistem musyawarah mufakat dan ada proses kualifikasi.
“Setelah banyak dilakukan diskusi, alhamdulillah kita sepakat bahwa sistem pemilihan Ketua DKN tetap menggunakan model musyawarah mufakat. Tapi nanti tetap ada kualifikasinya,” jelasnya.
Kualifikasi yang dimaksud adalah berkaitan dengan syarat-syarat. Misalnya, catatan prestasi di Dewan Kerja, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah memiliki catatan negatif selama di Pramuka, bebas narkoba, usia minimal 20 dan maksimal 23 tahun, Pramuka Penegak dan Pandega Laksana, aktif di Gugus Depan, dan lain-lain.(pramuka.or.id)
Gelar Sidparnas, Kwarnas Gerakan Pramuka Bahas Tantangan dan Persoalan Dewan Kerja

Gelar Sidparnas, Kwarnas Gerakan Pramuka Bahas Tantangan dan Persoalan Dewan Kerja


Sidang Paripurna Tingkat Nasional (Sidparnas) Gerakan Pramuka resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) Kak Budi Prayitno di Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018). Kegiatan ini diikuti 60 peserta perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD) Gerakan Pramuka dari seluruh Indonesia.
Kak Budi mengatakan, Sidparnas bisa dijadikan momentum penting bagi seluruh Dewan Kerja di Indonesia untuk mengevaluasi kinerjanya selama empat tahun ke belakang. Dengan harapan bisa memperbaiki dan menyempurnakan posisi Dewan Kerja di Gerakan Pramuka dilihat dari kedudukan, tugas dan fungsinya.
“Forum ini bisa dijadikan tempat melakukan evaluasi dan konsolidasi bagi seluruh Dewan Kerja dalam rangka memperbaiki dan menyempurnakan kinerja ke depan. Mulai dari jenis kegiatan, tema kegiatan, dan cakupan kegiatan,” ujar Kak Budi.
Menurut Kak Budi, banyak persoalan yang dihadapi Dewan Kerja. Pertama, dalam hal partisipasi. Misalnya sejauh mana dewan kerja bisa membangun komunikasi atau koordinasi dengan Pramuka Penegak dan Pandega dalam hal peningkatan kualitas program kerja. Menurutnya, komunikasi ini belum kuat.
“Komunikasi, koordinasi, atau harmonisasi antara Dewan Kerja dengan Pramuka Penegak dan Pandega ini, saya lihat masih masih kurang kuat. Baik itu membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pramuka Penegak dan Pandega di Perguruan Tinggi, Satuan Karya, dan juga di Satuan Komunitas,” jelasnya.
Kedua, Kak Budi memandang setiap hari sebenarnya banyak kegiatan yang diikuti Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Indonesia. Namun, kegiatan tersebut jarang melibatkan Dewan Kerja. Tantangan beratnya, kata dia, adalah bagaimana Dewan Kerja bisa mengakomodasi dan memberikan ruang untuk menyamakan persepsi antara Penegak dan Pandega.
“Mungkin mereka beranggapan kalau ada Dewan Kerja akan mengganggu, merusak, atau mengurangi, padahal kita sama-sama belajar, sama menguatkan agar tujuan pendidikan Pramuka bisa tercapai. Karena semakin banyak orang yang terlibat, semakin banyak orang yang peduli,” jelasnya.
Ketiga, soal regulasi. Menurut Kak Budi, regulasi juga belum bisa dikatakan sempurna. Misalnya soal masa jabatan kepengurusan Dewan Kerja dari tingkat nasional, daerah, cabang, sampai ranting. Menurutnya, jabatan lima tahun di semua jenjang Dewan Kerja masih kurang tepat. Karenanya, perlu dirumuskan kembali formulanya.
Sementara itu, Ketua DKN Kak Yudha Adhyaksa mengatakan, berbagai persoalan yang tengah dihadapi Dewan Kerja ini akan dibahas secara rinci dalam forum Sidparnas. Misalnya terkait regulasi dan koordinasi tadi. Kalau nantinya tidak bisa diubah, paling tidak menurutnya, forum ini bisa mengurai sekian banyak persoalan.
“Sidparnas memang tidak bisa mengambil keputusan bila terjadi perubahan organisasi. Tapi di forum ini kita bisa berdiskusi merumuskan gagasan untuk mencari solusi dari sekian banyak persoalan yang dihadapi Dewan Kerja. Nanti pembahasan yang sudah disepakati bisa dibawa ke Muspanitra untuk disahkan,” jelasnya.
Ketua Panitia Sidparnas Kak Robby Zulpandi menambahkan, memang salah satu agenda yang akan dibahas dalam Sidparnas ini adalah mengenai kesiapan Dewan Kerja mengadakan Muspanitra. Sebelumnya sudah diputuskan bahwa Muspanitra akan diadakan di Kendari, Sulawesi Tenggara akhir 2018, berbarengan dengan kegiatan Munas Kwarnas Gerakan Pramuka.
“Sebelum kita mengadakan Muspanitra, ini adalah kesempatan penting bagi kita selama satu tahun ke depan untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kinerja kita,” jelasnya.(pramuka.or.id)

Sabtu, 17 Februari 2018

Pramuka Kembali Distribusikan Bantuan Kepada Pengungsi Palestina dan Suriah

Pramuka Kembali Distribusikan Bantuan Kepada Pengungsi Palestina dan Suriah


Yordania - Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka, Eko Sulistio kembali mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi Palestina dan Suriah. Bantuan diberikan dari tanggal 7 sampai 19 Februari 2018.
“Bantuan yang didistribusikan ini berasal dari Darrut Tauhid Peduli, yang diwakili oleh Hendra Irawan, Direktur Marketing Komunikasi Darrut Tauhid. Saya mendampingi beliau. Dalam proses pendistribusian dibantu pihak KBRI Amman Yordania dan HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania),” ujar Kak Eko Sulistio saat dihubungi melalui alat telekomunikasi, Jumat (16/2/2018).
Sampai berita ini ditulis, kata Kak Eko, pendistribusian sudah dilakukan empat kali. Pertama, di kamp-kamp pengungsian Suriah di Provinsi Mafraq Yordania, di daerah kamp pengungsian masrouf dan kamp pengungsian huwaizah.
Kedua, di kamp pengungsian Palestina di Provinsi Zarqo, dan kamp-kamp pengungsian Suriah. Ketiga, di kamp-kamp pengungsian Palestina di Provinsi Jerash, dan kamp-kamp pengungsian Gaza. Keempat, kamp-kamp pengungsian Palestina di sekolah penampungan UNRWA, Kota Kak Amman.
“Bantuannya berupa 1 unit ambulance mobile clinic untuk para pengungsi Palestina, paket bantuan musim dingin berupa selimut dan lain-lain untuk 100 keluarga Palestina, paket school kids untuk anak-anak Palestina sebanyak 100 paket, dan bantuan obat-obatan untuk klinik-klinik kesehatan Palestina, ” ucapnya.
Kak Eko menambahkan, bantuan lainnya berupa paket bantuan makanan untuk 550 keluarga pengungsi Palestina dan Suriah sejumlah kurang lebih 1 ton. Yaitu beras, gula garam, minyak goreng, keju, susu, teh, mie instan, roti, coklat, biskuit, tepung gandum, kacang-kacangan
“Nilai total bantuan dalam rupiah lebih dari 1 miliar rupiah, ” ungkap pria yang telah mengibarkan bendera merah putih dan Gerakan Pramuka di gunung kilimanjaro ini.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault mengapresiasi keberhasilan Kak Eko Sulistio yang sudah berjuang memberikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk membantu para pengungsi Palestina dan Suriah. Aksi-aksi kemanusiaan semacam ini, kata Adhyaksa, selalu dilakukan oleh para anggota Gerakan Pramuka baik di dalam maupun luar negeri.
“Di Gerakan Pramuka, Kak Eko Sulistio dikenal selalu turun untuk aksi-aksi kemanusiaan. Ia juga tidak pernah bosan mengajak adik-adik Pramuka untuk memupuk semangat kerelawanan. Doa saya dan keluarga besar Gerakan Pramuka untuk Kak Eko, semoga sehat selalu dan diberikan kelancaran, ” harap Menpora periode 2004-2009 ini.
*Sumber : https://pramuka.or.id/pramuka-kembali-distribusikan-bantuan-kepada-pengungsi-palestina-dan-suriah/
Lika-Liku Pramuka Tembus Kamp Pengungsian Pelestina dan Suriah

Lika-Liku Pramuka Tembus Kamp Pengungsian Pelestina dan Suriah


Yordania- Meski kondisi keamanan di Palestina dan Suriah belum kondusif, relawan Pramuka tetap melakukan misi kemanusiaan. Bahkan, Pramuka berhasil menembus kamp-kamp pengungsian untuk mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi kedua negara tersebut.
Itu disampaikan Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana), Kak Eko Sulistio. Bantuan diberikan dari tanggal 7 sampai 19 Februari 2018.
“Bantuan yang didistribusikan ini berasal dari Darrut Tauhid Peduli, yang diwakili oleh Hendra Irawan, Direktur Marketing Komunikasi Darrut Tauhid. Saya mendampingi beliau. Dalam proses pendistribusian dibantu pihak KBRI Amman Yordania dan HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania),” ujar Kak Eko Sulistio saat dihubungi melalui alat telekomunikasi, Jumat (16/2/2018).
Menurut Kak Eko, tidak mudah menembus lokasi pengungsian Palestina dan Suriah. Di samping harus menghadapi masalah keamanan di suatu wilayah, relawan juga harus melawan suhu dingin ekstrem, yang kadang kala mencapai nol derajat celsius.
Kesulitan lainnya yang dihadapi relawan Pramuka adalah terpisah-pisahnya lokasi pendistribusian. Sebab, ia harus pindah ke beberapa kamp pengungsian dalam satu waktu pendistribusian.
Sampai berita ini ditulis, kata Kak Eko, pendistribusian sudah dilakukan empat kali. Pertama, di kamp-kamp pengungsian Suriah di Provinsi Mafraq Yordania, di daerah kamp pengungsian masrouf dan kamp pengungsian Huwaizah.
Kedua, di kamp pengungsian Palestina di Provinsi Zarqo, dan kamp-kamp pengungsian Suriah. Ketiga, di kamp-kamp pengungsian Palestina di Provinsi Jerash, dan kamp-kamp pengungsian Gaza. Keempat, kamp-kamp pengungsian Palestina di sekolah penampungan UNRWA, Kota Amman.
“Bantuannya berupa satu unit ambulans mobil klinik untuk para pengungsi Palestina, paket bantuan musim dingin berupa selimut dan lain-lain untuk 100 keluarga Palestina, paket school kids untuk anak-anak Palestina sebanyak 100 paket, dan bantuan obat-obatan untuk klinik-klinik kesehatan Palestina,” ucapnya.
Kak Eko menambahkan, bantuan lainnya berupa paket bantuan makanan untuk 550 keluarga pengungsi Palestina dan Suriah sejumlah kurang lebih 1 ton. Yaitu beras, gula garam, minyak goreng, keju, susu, teh, mie instan, roti, coklat, biskuit, tepung gandum, kacang-kacangan.
“Nilai total bantuan dalam Rupiah lebih dari Rp1 miliar,” ungkap pria yang telah mengibarkan bendera Merah Putih dan Gerakan Pramuka di gunung Kilimanjaro ini.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault mengapresiasi keberhasilan Kak Eko Sulistio yang sudah berjuang memberikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk membantu para pengungsi Palestina dan Suriah. Aksi-aksi kemanusiaan semacam ini, kata Adhyaksa, selalu dilakukan oleh para anggota Gerakan Pramuka baik di dalam maupun luar negeri.
“Di Gerakan Pramuka, Kak Eko Sulistio dikenal selalu turun untuk aksi-aksi kemanusiaan. Ia juga tidak pernah bosan mengajak adik-adik Pramuka untuk memupuk semangat kerelawanan. Doa saya dan keluarga besar Gerakan Pramuka untuk Kak Eko, semoga sehat selalu dan diberikan kelancaran, ” harap Menpora periode 2004-2009 ini.
“Yang penting kita adalah kemanusiaannya, jadi kita kirim bantuan. Sesuai dengan Pancasila yaitu (sila) kemanusiaan yang adil dan beradab kemudian dijalankan juga dari apa yang menjadi amalan di Dasa Dharma Pramuka,” lanjutnya.
*Sumber : https://pramuka.or.id/lika-liku-pramuka-tembus-kamp-pengungsian-pelestina-dan-suriah/

Rabu, 14 Februari 2018

Kwarnas Gelar Lomba Video Berhadiah Rp50 Juta

Kwarnas Gelar Lomba Video Berhadiah Rp50 Juta


Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kembali menggelar kompetisi membuat video dengan tema “Bakti Gugus Depan (Gudep) untuk Indonesia.” Lomba ini diadakan untuk menggali kreativitas anak-anak Pramuka khususnya di tingkat Gudep, dalam pengabdian membangun negeri.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengatakan, lomba pembuatan video ini bukan yang pertama diadakan Kwarnas. Setelah sukses dengan “Lomba Reportase” dan “Pahlawan Menurut Saya”, Kwarnas menilai tradisi baik ini harus terus dikembangkan anak-anak Pramuka dengan menciptakan karya-karya baru dalam bentuk video.
“Kwarnas ingin mengajak anak-anak untuk mengabadikan kegiatan Pramuka di tingkat Gudep sebagai ujung tombak organisasi ini. Tentu banyak kegiatan menarik sebagai bakti mereka membangun negeri yang bisa dibuat melalui karya nyata dalam bentuk video,” ujar Kak Adhyaksa di Jakarta, Senin (4/12).
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Komunikasi dan Informasi Kak Lusia Adinda Lebu Raya menambahkan, lomba pembuatan video ini mudah karena bisa dibuat dengan menggunakan aplikasi telepon pintar. Lomba dinilai sangat dekat atau sesuai dengan karakter anak-anak generasi melenial.
“Video ini mudah, anak-anak bebas membuat karya baktinya di Gugus Depan melalui handphone. Kegiatan kalian akan lebih bermanfaat dan menarik bila diabadikan dalam bentuk video dengan bersama-sama mengikuti lomba ini,” ujar Kak Lusia.
Video yang dimaksud adalah kegiatan pengabdian Gudep untuk masyarakat, lingkungan, alam sekitar, atau bisa juga kegiatan Gudep dalam rangka mempromosikan potensi daerah, baik kuliner, wisata, budaya, sejarah, produk lokal, dan lain-lain. Durasi video maksimal dua menit, dan dikirim paling lambat pada 28 Februari 2018.
Video bisa dikirim ke email: video@pramuka.or.id. Salah satu syaratnya, Gudep yang mengikuti lomba ini harus sudah terdaftar di Kwarnas dengan mengunjungi situs www.datadasar.pramuka.or.id. Jika belum, daftarkan di www.akreditasi.gugusdepan.com. Total hadiah yang akan diberikan kepada pemenang adalah Rp50 juta.
Kwarnas Gerakan Pramuka Gelar Rakernas 2018, Bahas Apa?

Kwarnas Gerakan Pramuka Gelar Rakernas 2018, Bahas Apa?


Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Safari Garden Cisarua, Bogor pada tanggal 23-25 Februari 2018. Sebanyak 34 Ketua Kwarda Gerakan Pramuka seluruh Indonesia akan hadir dalam acara tahunan tersebut. Apa yang dibahas dalam forum tingkat nasional itu?

“Ada agenda bahasan tentang materi di Munas (Musyawarah Nasional), tentang perubahan AD/ART, rancangan Renstra (Rencana Strategis), rancangan arah kebijakan Pramuka sampai tahun 2045. Kemudian, pokok program tahun 2018-2019,” ujar Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Organisasi dan Hukum, Kak Kodrat Pramudho di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Ia menambahkan, dalam Rakernas tahun 2018 juga akan dijelaskan mengenai progres LRT, sebagian mendayagunakan tanah Cibubur. Nanti, lanjutnya, juga ada MoU antara PT Sritex dengan Kwarnas Gerakan Pramuka.

“Di Munas nanti akan ada arahan dari panglima TNI dan Mensos. Kita minta masukan tentang bagaimana bela negara. Mensos akan menjelaskan bagaimana peran Pramuka dalam kegiatan sosial dan segala macam,” imbuhnya.

Sebelum Rakernas, Kwarnas akan menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) bersama para Ketua Kwarda Gerakan Pramuka dari 34 Provinsi seluruh Indonesia. Kemudian, Dewan Kerja Nasional (DKN) Kwarnas Gerakan Pramuka akan menggelar Sidang Paripurna Tingkat Nasional (Sidparnas) di Hotel Royal Safari pada 21-23 Februari 2018.

Kegiatan ini akan diikuti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) dari 34 Provinsi seluruh Indonesia. “Sidparnas tahun ini kita akan membahas tentang evaluasi program kerja tahun tahun 2017, kemudian untuk membahas rencana program kerja tahun 2018,” ucap Ketua Panitia Sidparnas, Kak Robby Zulpandi di Kwarnas Gerakan Pramuka. (MSA/AK)

Sumber : https://pramuka.or.id/kwarnas-gerakan-pramuka-gelar-rakernas-2018-bahas-apa/