Pramuka SMA Pembangunan Laboratorium UNP

Pramuka SMA Pembangunan Laboratorium UNP

Latest Post


Gedung Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan (GOR FIK) Universitas Negeri Padang akhir pekan lalu, 31 Agustus hingga 2 September 2018 menjadi pusat berkumpulnya pegiat olahraga futsal kalangan siswa SMA se-Kota Padang.

Karena SMA Pembangunan Laboratorium UNP mengusung  pertandingan Futsal Lab Competition 2, usai dibuka oleh Wakil Rektor3 UNP, Prof Ardipal yang diwakili Staf Ahli WR3 UNP, Yulifri, MPd, Jumat (31/8).
Pertandingan yang bertajuk "Lab Competition 2",  diikuti 16 team dari sekolah SMA Se Kota Padang diantaranya, SMA Adabiah, SMA Baiturahma, SMA 2, 3,7 dan 8 Padang, MAN 2 dan 3 Padang, SMA PGRI 1 Padang dan SMA Pertiwi Padang.

Wakil Kepsek SMA Pembangunan Laboratorium UNP, Warsil, Selasa (4/9) menjelaskan pertandingan empat besar dari 16 tim yang berlaga adalah SMA Olahraga Padang, SMA 8 Padang, SMA 3 Padang dan SMA 2 Padang berlangsung, Ahad (2/9) pada pukul 13.00 WIB

Sementara MAN 2 Padang, SMA Pembangunan Laboratorium UNP dan SMA 7 Padang tersandung diperempat final.

Kelanjutan hasil pertandingan, Warsil merinci, juara 1 direbut SMA Olahraga Padang, Juara 2 diraih SMA 8 Padang dan juara ketiga ditempati SAM 3 Padang, dengan juara harapan 1 diraih SMA 2 Padang.

Disamping itu, Panitia juga memberikan apresiasi kepada Best Supporter kepada SMA 3 Padang dan Tema Fair Play kepada SMA 8 Padang serta top skor diraih pemain SMA 8 Padang. 

Ia mengatakan, digelarnya kompetisi futsal antar SMA Se-Kota Padang ini telah menjadi wahana-wahana untuk menjaring bibit potensial, karena menurutnya tak sedikit terjaring bibit-bibit muda olahraga Sumbar melalui kompetisi seperti ini. (Humas UNP)

 
SMA Laboratorium  Univervesitas Negeri Padang menggebyarkan pertandingan Futsal antar SMA Se-Kota Padang. Sebanyak 16 team SMA ambil bagian dalam pertandingan yang bertajuk "Lab Competition 2" yang akan berlangsung di GOR FIK UNP, 31 Agustus hingga 2 September 2018.

Acara pertandingan Futsal Lab Competition 2 tersebut dibuka oleh Wakil Rektor3 UNP, Prof Ardipal yang diwakili Staf Ahli WR3 UNP, Yulifri, MPd, Jumat (31/8) yang dihadiri ratusan siswa dan majelis guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP dan turut hadir Dekan FIK UNP, Dr Zalpendi.

Yulifri dalam sambutanya mengatakan, pertandingan ini merupakan hal yang inovatif dan mempererat persahabatan.
"Ini kegiatan yang kami rasa sangat inovatif dan dapat mempererat jalinan keakraban antarsesama pelajar SMA se-Kota Padang. Terbukti keramaiannya luar biasa. Setiap team membawa pendukung yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan ada juga mereka yang membawa tim marcing band," ungkap Yulifri.

Yulifri berharap semangat di bidang olahraga di kalangan pelajar di Kota Padang semakin berkembang apalagi momentum ASEAN Games. "Harapan besar kami dengan mengadakan futsal Labor Competition 2 ini, semoga sportifitas para pelajar di Kota Padang senantiasa terjaga dan semakin bisa dikembangkan hingga menjadi atlet-atlet nasional," kata Yulifri yang didaulat melakukan tendangan pertama pada pembukaan pertandingan futsal ini.

Sebelumnya Wakasek sekolah itu, Warsil mengatakan pertandingan futsal yang kedua ini diikuti 16 team dari sekolah SMA Se Kota Padang diantaranya, SMA Adabiah, SMA Baiturahma, SMA 2, 3,7 dan 8 Padang, MAN 2 dan 3 Padang, SMA PGRI 1 Padang dan SMA Pertiwi Padang.

"Selain diikuti sekolah SMA Negeri juga diikuti sekolah SMA swasta di Kota Padang dan diperkirakan pada Ahad (2/9) pertandingan selesai," ujar Warsil dalam laporannya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Labor UNP, Dr Nurhasansyah mengatakan pertandingan futsal di Sekolah Labor UNP ini adalah yang kedua dari segenap rangkaian acara memeriahkan kegiatan ekskul di sekolah.
"Alhamdulillah, rangkaian kegiatan ekskul ini berjalan lancar," terang Direktur Sekolah Labor UNP itu. (Humas UNP)


Sekolah Menengah Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang melepas 221 siswa kelas XII, tak tanggung-tanggung lokasi perpisahan siswa ini di Auditorium UNP berlangsung, Jumat (20/4) lalu.
"Kalian dituntut memiliki kecerdasan dan keuletan serta ilmu pengetahuan  untuk hidup di eraglobalisasi, selamat berpisah semoga kalian mampu menggapai cita-cita kalian," ujar Kepala SMA Pembangunan Labor UNP, Yofrizal, M.Pd
Lebih lanjut dalam sambutannya, Yofrizal mengucapkan selamat jalan kepada anak-anak siswa kelas XII dan menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua/wali murid siswa kelas XII yang hadir apabila dalam mendidik anak-anak mereka selama tiga tahun ini terdapat kekurangan atau kesalahan.
Selanjutnya, ia menyampaikan tiga pesan penting untuk diingat. Pertama, agar siswa kelas XII menentukan target dan tujuan yang ingin mereka capai setelah lulus karena kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya. “Kesuksesan adalah sebuah proses yang terjadi dari berbagai rangkaian peristiwa.”
Kedua, agar siswa tidak takut bermimpi, dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. “Bermimpilah karena mimpi itu akan membuat seorang pengecut berani melangkah. Dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menentukan dan menggapai cita-cita.”
Dan yang ketiga, agar siswa mengembangkan nilai diri mereka karena setiap individu memiliki bakat dan potensi yang berbeda dalam diri masing-masing. “Orang yang sukses adalah mereka yang mampu melihat bakat dan potensi yang mereka miliki, serta mampu mengembangkan bakat dan potensi tersebut.”
Pada bagian lain, Wakil Rektor IV UNP, Prof Syahrial Bakhtiar dalam sambutannya mengingatkan siswa agar mereka menjaga nama baik sekolah di mana pun mereka menginjakkan kaki. “Luapkan kegembiraan kelulusan kalian nanti dengan sujud syukur. “Inyaallah, jika kita bersyukur, akan diberi nikmat yang lebih besar.”
Turut hadir dalam upacara pelepasan tersebut, selain jajaran Direktur Sekolah Labor UNP, Dr Nurhasan dan jajaran juga unsur pimpinan Dinas Kota Padang dan Kecamatan Padang Utara, upacara pelepasan tersebut dimeriahkan dengan tari-tarian, paduan suara, serta drama yang dibawakan oleh siswa-siswi kelas X dan XI. Dan diakhiri dengan pelepasan atribut sekolah secara simbolis, diwakili oleh beberapa orang siswa kelas XII.


Kurikulum 2013 merupakan wadah pengembangan segala bidang untuk peserta didik dalam ruang lingkup secara inheren, kurikulum ini mengharapkan penyeimbangan dalam pengembangan potensi pada peserta didik seperti yang terdapat pada teori taksonomi Bloom dimana tiga ranah mempunyai kekuatan yang sama-sama harus dikembangkan kognetif, psikomotor, afektif, untuk menunjang pengembangan potensi pada peserta didik segala aspek harus menjadi perhatian seperti yang terdapat dalam Kurikulum 2013 salah satunya yang dikembangkan adalah pramuka wajib yang bertujuan dalam mengembangkan Affective Domain dan Psychomotor Domain.

Affective Domain berisi prilakuk-prilaku dimana menekankan pada aspek emosi dan persaan  yang terdapat dalam individu peserta didik seperti sikap, minat, cara penyesuaian diri serta apresiasi, begitu juga Psychomotor Domain berisi prilaku-prilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoprasikan alat-alat mesin.

Pramuka wajib disekolah-sekolah pada kurikulum 2013 berlandaskan Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2014 tentang "Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah". artinya  kegiatan dalam ekstrakurikuler pramuka harus diikuti oleh seluruh peserta didik yang menerapkan kurikulum 2013.

Pendidikan kepramukaan dilaksanakan disekolah-sekolah tentunya harus diolah dengan baik supaya dalam penerapannya  peserta didik lebih semangat dan tidak menjenuhkan hal ini harus didukung oleh seluruh pimpinan dan dewan guru yang ada disekolah masing-masing.

SMA Pembangunan Laboratorium UNP pada tahun ajaran 2017/2018 sudah menerapkan kurikulum 2013 dengan demikian kegiatan pramuka wajib juga sudah dilaksanakan, untuk memenuhi salah satu model yang ada pada pramuka wajib adalah model blok dengan isi yaitu "merupakan kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan...", pada tanggal 2-4 Maret 2018 sudah dilaksanakan perkemhana yang diberi judul "Kemah Bakti Siswa Implementasi Kurikulum 2013 SMA Pembangunan Laboratorium UNP" daerah yang menjadi tempat perkemahan yaitu bumi perkemahan Sungai Bangek Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah.

Pembukan KBS SMA Pembangunan Laboratorium UNP diikuti oleh peserta didik kelas x serta panitia, seluruh  Dewan Pembina Ambalan Muhammad Hata dan Fatmati serta undangan, dengan pembina upacara dari Dewan Direktur Sekolah Pembangunan Laboratorium UNP yaitu Asisten Direktur I dengan isi arahan dan amanat yaitu " Pramuka wadahnya pembentukan karakter dengan menyeimbangkan tiga ranah Kognitif, Psikomotor, Afektif, apabila peserta didik mampu mengelolah tiga ranah tersebut maka akan mendaptkan suatu keberhasilan dalam hidupnya, kembangkanlah karakter yang ada pada masing-masing individu terutama dalam mengikuti Kemah Bakti Siswa dengan menyatukan diri kita pada alam sekitar dengan cara mengikuti norma-norma yang ada dimasyarakt dan menjaga alam bumi perkemahan sebagai wujud Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional yang baru-baru ini didapat oleh SMA Pembangunan Laboratorium UNP".

Begitu juga amanat yang disampaikan oleh kamabigus SMA Pembangunan Laboratorium UNP Drs. Yofrizal, M.Pd mengharapkan dengan diikutinya kegiatan Kemah Bakti Siswa, peserta didik hendaknya mampu berinteraksi dengan sesama teman, masyarakat, dewan pembina, serta mengikuti kegiatan materi-materi yang sudah disusun oleh panitia, selain itu peserta didik tidak juga  tidak lupa mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya dalam mengikuti kegiatan minat dan bakat yang harus dilandasi dengan iman dan taqwa, hal yang pokok bagaiman peserta didik mampu mengambil pembelajaran yang positif  dibumi perkemahan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari tentunya disekolah.

Amant dan arahan dari Asisten Direktur I serta Kamabigus / Kepala Sekolah SMA Pembangunan Laboratorium UNP merupakan salah satu bagian acuan dari kegiatan Kemah Bakti Siswa yang dilaksanakan selam tiga hari di Sungai Bangek dengan lancar dan sukses, kegitan KBS Implementasi Kurikulm 2013 mengangkat konsep bagai mana peserta didik mampu mengenal lingkungan, bertahan hidup di alam bebas, berinteraksi sosial, memahami norma-norma, dan mampu mendekatkan diri pada Allah SWT sebagi wujud bawasanya alam dan manusia diciptakan oleh NYA, bagi peserta didik kegiatan ini merupakan awal dari perjalanan Kurikulum 2013 khususnya pada Ambalan Muhammad Hata dan Fatmawati yang berpangkalan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP sebagai penggerak untuk meningkatkan kualitas dalam Gerakan Pramuka. BY: ES

Pramuka merupakan bagian pendidikan yang sudah cukup lama diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas bahkan sampai pada Perguruan Tinggi ini membuktikan betapah pentingnya pendidikan kepramukaan  disampaikan pada peserta didik.

Pendidikan kepramukaan cukup banyak sekali membawah paham Kebenikaan Tunggal Eka, mengembangkan karakter, kecakapan hidup, survipal, dan memahami norma-norma yang ada dalam lingkungan masyarakat indonesia yang sangat majemuk.

Perjalanan kegiatan kepramukaan dikatagorikan sudah mengakar pada bangsa ini, hal inilah yang menjadikan sebuah tantangan baru bagi para pembina pramuka, tentunya dalam memberikan materi kepramuka dimana pada saat ini tidaklah mudah, perkembangan pengetahuan adek-adek pramuka sudah semakin maju, materi pramuka hendaknya dikombinasikan dengan kemajuan zaman tetapi tidak menghilangkan dari makna yang esensial pada materi tersebut.

Begitu juga perkembangan gerakan pramuka ambalan Muhammad Hatta dan Fatmawati yang berpangkalan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP  saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dimana lomba-lomba dalam sekala tingkat Sumatra, Provinsi, dan Kota selalu menjadi prioritas untuk diikuti dalam ajang lomba tersebut.

Selain itu semenjak diberlakukannya Kurikulum 2013 pada SMA Pembangunan Laboratorium UNP kualitas pembina yang mempunyai sertifikat selalu ditingkatkan seperti menunjuk guru-guru yang belum mengikuti Kurus Mahir Tingkat Dasar (KMD) sekolah mempasilitasi dan mendanai untuk mengikuti kegiatan KMD, ini menunjukan bahwasanya SMA Pembangunan Laboratorium UNP berusaha sungguh-sungguh dalam memajukan peserta didik sesuai dengan petunjuk yang sudah dirumuskan oleh pemerintah.

Tuntutan kurikulum 2013 sesuai dengan Permendekbud nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada pasal 3 menyatakan bahwasanya pendidikan kepramukaan dilaksanakan dalam tiga model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi dan Model reguler, ketiga model ini merupakan kegiatan wajib  yang harus dilaksanakan oleh sekolah.

Salah satu kegiatan yang baru-baru ini dilakukan oleh peserta didik SMA Pembangunan Laboratorium UNP adalah melaksanakan kegiatan Kemah Baksti Siswa selama tiga hari yang dilaksanakan pada bulan Maret 2018 ini bertujuan untuk memenuhi Model Blok yang merupakan bagian dari penilaian secara umum bagi peserta dalam kegiatan pramuka wajib.

Kegiatan Kemah Bakti Siswa bukan saja memenuhi penilaian dalam Model Blok tapi makna dibalik kegiatan KBS itu cukup besar salahsatunya adalah bagaimana mendidik peserta didik untuk dapat berkerja sama dalam satu kelompok, membiasakan mengatur pola hidup dialam bebas, belajar dialam terbuka dengan materi yang sudah ditentukan, dapat menjaga alam sekitar dan masih banyak karakter-karakter yang dikembangkan ketika mengikuti sebuah perkemahan. BY: ES 

















Sekolah Menengah Atas (SMA) Pembangunan (PB) Laboratorium UNP wajibkan semua guru untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk mengajar. Untuk mendukung itu, SMA PB sediakan proyektor dan laptop di setiap kelas.

“Kami sudah melatih semua guru yang mengajar disini untuk bisa memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini,” ujar Kepala Sekolah SMA PB, Drs. Yofrizal, M.Pd.

Program ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas sekolah. “Selain dari Sumber Daya Manusianya sendiri, teknologi tentunya menjadi salah satu faktor pendukung. Saat ini kami sudah menggunakan teknologi di setiap proses pembelajaran,” katanya.

“Semua guru wajib untuk menggunakan teknologi di setiap proses pembelajaran. Karena kami memang sudah menyediakan di setiap kelasnya proyektor dan laptop yang bisa dipakai guru,” ujarnya.


Saat ini sudah hampir seluruh guru bisa menggunakan laptop dan proyektor di SMA PB. “Kalaupun tidak 100%, saat ini guru disini sudah hampir 90% yang mampu menggunakan laptop,” katanya.

Bagi guru yang memang tidak mempunyai laptop, SMA PB menyediakan peminjaman laptop untuk bisa digunakan guru membuat bahan ajar. “Semua guru bisa meminjam, namun dengan jangka waktu paling lama seminggu. Dan peminjaman ini hanya untuk membuat bahan ajar seperti power point dan sebagainya,” ucapnya.

Memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran ini juga ditunjang dengan ketersediaan internet yang sudah menjangkau setiap kelas. “Siswa dan guru bisa menggunakan internet dengan kecepatan yang cukup untuk  menampung 600 siswa di sekolah. Namun ketika belajar, siswa hanya boleh memakai ponsel dengan seizin guru,” katanya.

“Kalau memang proses pembelajaran tidak memanfaatkan ponsel. Guru akan mengumpulkan ponsel sebelum mulainya pembelajaran dan dikembalikan ketika jam pelajaran habis,” ungkapnya.

Saat ini, guru yang mengajar di SMA PB sebanyak 52 orang yang terdiri dari 21 orang ASN dan 31 orang lagi itu tenagahonorer. “Memang masih banyak tenaga honorer yang mengajar disini. Walaupun tenaga honorer, mereka sudah teruji untuk bidang studi yang akan diajarkannya,”ujarnya.(Harian Haluan)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget