Pramuka SMA Pembangunan Laboratorium UNP
Maret 2018


Kurikulum 2013 merupakan wadah pengembangan segala bidang untuk peserta didik dalam ruang lingkup secara inheren, kurikulum ini mengharapkan penyeimbangan dalam pengembangan potensi pada peserta didik seperti yang terdapat pada teori taksonomi Bloom dimana tiga ranah mempunyai kekuatan yang sama-sama harus dikembangkan kognetif, psikomotor, afektif, untuk menunjang pengembangan potensi pada peserta didik segala aspek harus menjadi perhatian seperti yang terdapat dalam Kurikulum 2013 salah satunya yang dikembangkan adalah pramuka wajib yang bertujuan dalam mengembangkan Affective Domain dan Psychomotor Domain.

Affective Domain berisi prilakuk-prilaku dimana menekankan pada aspek emosi dan persaan  yang terdapat dalam individu peserta didik seperti sikap, minat, cara penyesuaian diri serta apresiasi, begitu juga Psychomotor Domain berisi prilaku-prilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoprasikan alat-alat mesin.

Pramuka wajib disekolah-sekolah pada kurikulum 2013 berlandaskan Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2014 tentang "Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah". artinya  kegiatan dalam ekstrakurikuler pramuka harus diikuti oleh seluruh peserta didik yang menerapkan kurikulum 2013.

Pendidikan kepramukaan dilaksanakan disekolah-sekolah tentunya harus diolah dengan baik supaya dalam penerapannya  peserta didik lebih semangat dan tidak menjenuhkan hal ini harus didukung oleh seluruh pimpinan dan dewan guru yang ada disekolah masing-masing.

SMA Pembangunan Laboratorium UNP pada tahun ajaran 2017/2018 sudah menerapkan kurikulum 2013 dengan demikian kegiatan pramuka wajib juga sudah dilaksanakan, untuk memenuhi salah satu model yang ada pada pramuka wajib adalah model blok dengan isi yaitu "merupakan kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan...", pada tanggal 2-4 Maret 2018 sudah dilaksanakan perkemhana yang diberi judul "Kemah Bakti Siswa Implementasi Kurikulum 2013 SMA Pembangunan Laboratorium UNP" daerah yang menjadi tempat perkemahan yaitu bumi perkemahan Sungai Bangek Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah.

Pembukan KBS SMA Pembangunan Laboratorium UNP diikuti oleh peserta didik kelas x serta panitia, seluruh  Dewan Pembina Ambalan Muhammad Hata dan Fatmati serta undangan, dengan pembina upacara dari Dewan Direktur Sekolah Pembangunan Laboratorium UNP yaitu Asisten Direktur I dengan isi arahan dan amanat yaitu " Pramuka wadahnya pembentukan karakter dengan menyeimbangkan tiga ranah Kognitif, Psikomotor, Afektif, apabila peserta didik mampu mengelolah tiga ranah tersebut maka akan mendaptkan suatu keberhasilan dalam hidupnya, kembangkanlah karakter yang ada pada masing-masing individu terutama dalam mengikuti Kemah Bakti Siswa dengan menyatukan diri kita pada alam sekitar dengan cara mengikuti norma-norma yang ada dimasyarakt dan menjaga alam bumi perkemahan sebagai wujud Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional yang baru-baru ini didapat oleh SMA Pembangunan Laboratorium UNP".

Begitu juga amanat yang disampaikan oleh kamabigus SMA Pembangunan Laboratorium UNP Drs. Yofrizal, M.Pd mengharapkan dengan diikutinya kegiatan Kemah Bakti Siswa, peserta didik hendaknya mampu berinteraksi dengan sesama teman, masyarakat, dewan pembina, serta mengikuti kegiatan materi-materi yang sudah disusun oleh panitia, selain itu peserta didik tidak juga  tidak lupa mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya dalam mengikuti kegiatan minat dan bakat yang harus dilandasi dengan iman dan taqwa, hal yang pokok bagaiman peserta didik mampu mengambil pembelajaran yang positif  dibumi perkemahan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari tentunya disekolah.

Amant dan arahan dari Asisten Direktur I serta Kamabigus / Kepala Sekolah SMA Pembangunan Laboratorium UNP merupakan salah satu bagian acuan dari kegiatan Kemah Bakti Siswa yang dilaksanakan selam tiga hari di Sungai Bangek dengan lancar dan sukses, kegitan KBS Implementasi Kurikulm 2013 mengangkat konsep bagai mana peserta didik mampu mengenal lingkungan, bertahan hidup di alam bebas, berinteraksi sosial, memahami norma-norma, dan mampu mendekatkan diri pada Allah SWT sebagi wujud bawasanya alam dan manusia diciptakan oleh NYA, bagi peserta didik kegiatan ini merupakan awal dari perjalanan Kurikulum 2013 khususnya pada Ambalan Muhammad Hata dan Fatmawati yang berpangkalan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP sebagai penggerak untuk meningkatkan kualitas dalam Gerakan Pramuka. BY: ES

Pramuka merupakan bagian pendidikan yang sudah cukup lama diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas bahkan sampai pada Perguruan Tinggi ini membuktikan betapah pentingnya pendidikan kepramukaan  disampaikan pada peserta didik.

Pendidikan kepramukaan cukup banyak sekali membawah paham Kebenikaan Tunggal Eka, mengembangkan karakter, kecakapan hidup, survipal, dan memahami norma-norma yang ada dalam lingkungan masyarakat indonesia yang sangat majemuk.

Perjalanan kegiatan kepramukaan dikatagorikan sudah mengakar pada bangsa ini, hal inilah yang menjadikan sebuah tantangan baru bagi para pembina pramuka, tentunya dalam memberikan materi kepramuka dimana pada saat ini tidaklah mudah, perkembangan pengetahuan adek-adek pramuka sudah semakin maju, materi pramuka hendaknya dikombinasikan dengan kemajuan zaman tetapi tidak menghilangkan dari makna yang esensial pada materi tersebut.

Begitu juga perkembangan gerakan pramuka ambalan Muhammad Hatta dan Fatmawati yang berpangkalan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP  saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dimana lomba-lomba dalam sekala tingkat Sumatra, Provinsi, dan Kota selalu menjadi prioritas untuk diikuti dalam ajang lomba tersebut.

Selain itu semenjak diberlakukannya Kurikulum 2013 pada SMA Pembangunan Laboratorium UNP kualitas pembina yang mempunyai sertifikat selalu ditingkatkan seperti menunjuk guru-guru yang belum mengikuti Kurus Mahir Tingkat Dasar (KMD) sekolah mempasilitasi dan mendanai untuk mengikuti kegiatan KMD, ini menunjukan bahwasanya SMA Pembangunan Laboratorium UNP berusaha sungguh-sungguh dalam memajukan peserta didik sesuai dengan petunjuk yang sudah dirumuskan oleh pemerintah.

Tuntutan kurikulum 2013 sesuai dengan Permendekbud nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada pasal 3 menyatakan bahwasanya pendidikan kepramukaan dilaksanakan dalam tiga model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi dan Model reguler, ketiga model ini merupakan kegiatan wajib  yang harus dilaksanakan oleh sekolah.

Salah satu kegiatan yang baru-baru ini dilakukan oleh peserta didik SMA Pembangunan Laboratorium UNP adalah melaksanakan kegiatan Kemah Baksti Siswa selama tiga hari yang dilaksanakan pada bulan Maret 2018 ini bertujuan untuk memenuhi Model Blok yang merupakan bagian dari penilaian secara umum bagi peserta dalam kegiatan pramuka wajib.

Kegiatan Kemah Bakti Siswa bukan saja memenuhi penilaian dalam Model Blok tapi makna dibalik kegiatan KBS itu cukup besar salahsatunya adalah bagaimana mendidik peserta didik untuk dapat berkerja sama dalam satu kelompok, membiasakan mengatur pola hidup dialam bebas, belajar dialam terbuka dengan materi yang sudah ditentukan, dapat menjaga alam sekitar dan masih banyak karakter-karakter yang dikembangkan ketika mengikuti sebuah perkemahan. BY: ES 

















Sekolah Menengah Atas (SMA) Pembangunan (PB) Laboratorium UNP wajibkan semua guru untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk mengajar. Untuk mendukung itu, SMA PB sediakan proyektor dan laptop di setiap kelas.

“Kami sudah melatih semua guru yang mengajar disini untuk bisa memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini,” ujar Kepala Sekolah SMA PB, Drs. Yofrizal, M.Pd.

Program ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas sekolah. “Selain dari Sumber Daya Manusianya sendiri, teknologi tentunya menjadi salah satu faktor pendukung. Saat ini kami sudah menggunakan teknologi di setiap proses pembelajaran,” katanya.

“Semua guru wajib untuk menggunakan teknologi di setiap proses pembelajaran. Karena kami memang sudah menyediakan di setiap kelasnya proyektor dan laptop yang bisa dipakai guru,” ujarnya.


Saat ini sudah hampir seluruh guru bisa menggunakan laptop dan proyektor di SMA PB. “Kalaupun tidak 100%, saat ini guru disini sudah hampir 90% yang mampu menggunakan laptop,” katanya.

Bagi guru yang memang tidak mempunyai laptop, SMA PB menyediakan peminjaman laptop untuk bisa digunakan guru membuat bahan ajar. “Semua guru bisa meminjam, namun dengan jangka waktu paling lama seminggu. Dan peminjaman ini hanya untuk membuat bahan ajar seperti power point dan sebagainya,” ucapnya.

Memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran ini juga ditunjang dengan ketersediaan internet yang sudah menjangkau setiap kelas. “Siswa dan guru bisa menggunakan internet dengan kecepatan yang cukup untuk  menampung 600 siswa di sekolah. Namun ketika belajar, siswa hanya boleh memakai ponsel dengan seizin guru,” katanya.

“Kalau memang proses pembelajaran tidak memanfaatkan ponsel. Guru akan mengumpulkan ponsel sebelum mulainya pembelajaran dan dikembalikan ketika jam pelajaran habis,” ungkapnya.

Saat ini, guru yang mengajar di SMA PB sebanyak 52 orang yang terdiri dari 21 orang ASN dan 31 orang lagi itu tenagahonorer. “Memang masih banyak tenaga honorer yang mengajar disini. Walaupun tenaga honorer, mereka sudah teruji untuk bidang studi yang akan diajarkannya,”ujarnya.(Harian Haluan)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget